Benarkah Jilbab Tradisi Budaya Arab ?

Membahas masalah jilbab akan ada dua pertanyaan atau bahkan lebih, tetapi dua pertanyaan menarik untuk dibahas disini.

  • Benarkah jilbab tradisi budaya wanita arab pada waktu awal Islam?
  • Benarkah jilbab hanya dikhususkan untuk muslimah Arab dan tak wajib bagi non Arab ?

Jawaban atas pertanyaan tersebut tentu bermacam-macam, disinilah kepiawaian syetan dalam mengemas dan membungkus kemaksiatan menjadi sesuatu yang menarik dan memikat. Keraguan dan syubhat dihembuskan syetan untuk menghalangi wanita muslimah memperindah penampilan dengan menggunakan busana sesuai tuntutan Al Quran. Dihembuskan pendapat bahwa jilbab merupakan budaya Arab dan hanya pantas digunakan wanita Arab. Apalagi bagi wanita non Arab dan tinggal di luar wilayah Arab yang mempunyai budaya dan tradisi sendiri, tentu jilbab bukan merupakan kewajiban untuk dipakai wanita muslimah. Pendapat ini dlontarkan para aktivis jender untuk menghalangi tegaknya syariat Islam.

“…Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung/jilbabnya ke dadanya mereka….” (An Nur 31)

Saat-saat setelah turunnya ayat tersebut diriwayatkan bahwa “Wanita-wanita segera mengambil kain sarung mereka, kemudian merobek sisinya dan memakainya sebagai jilbab.” (HR. Hakim).

Imam Bukhari meriwayatkan : ” Bahwasannya Aisyah berkata : “Ketika turun surat An Nur ayat 31 maka para wanita segera mengambil kain sarung, kemudian merobek sisinya dan memakainya sebagai jilbab”.

Dari dua hadist tersebut dapat dilihat bahwa wanita-wanita shohabiyyah (wanita di kalangan sahabat) tidak sedang menggunakan jilbab. Disini jelas bahwa jilbab bukan tradisi budaya Arab, tetapi suatu yang disyariatkan Islam.

Islam adalah agama universal yang diperuntukkan bagi seluruh umat manusia di belahan dunia manapun, bukan cuma untuk orang Arab. Jilbab adalah bagian dari syariat Islam, jadi jelas bahwa jilbab tidak hanya diperuntukkan khusus bagi wanita muslimah Arab tetapi bagi semua wanita muslimah di belahan dunia manapun. Sebagaimana firman Allah dalam surat As Saba’ 28 : “Dan Kami tidak mengutus kamu melainkan kepada manusia seluruhnya, sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi sebagian manusia tidak mengetahuinya”.

Sumber : alhaudh.co.cc

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: