Nafas Kehidupan

Time is Gold !! Pernyataan ini adalah benar bila diukur dengan nilai materialisme dan benar pula menurut orang-orang yang mengukur dengan kenikmatan dunia. Akan tetapi orang-orang memandang jauh ke depan akan mengatakan : “ Waktu adalah nafas kehidupan.”

Wahai manusia, bukankah kehidupanmu di dunia ini merupakan waktu yang terbentang antara kelahiran sampai kematian ? Emas akan hilang dan habis tetapi engkau mampu untuk mendapatkan kembali bahkan berlipat ganda dari yang hilang. Akan tetapi, waktu yang telah hilang dan masa yang berlalu tidak mungkin dapat dikembalikan lagi! Dengan demikian waktu lebih berharga dari pada emas, bahkan lebih berharga dari permata apapun, sebab waktu adalah kehidupan itu sendiri.
ۚ وَاللَّهُ يُقَدِّرُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ
(Al-Muzzammil: 20)
“Dan Allah menetapkan ukuran malam dan siang”

Orang yang mendapat taufiq adalah orang yang mampi melakukan amal tepat pada waktunya. Oleh karenanya, manusia yang paling rugi dan yang terancam mendapat kegagalan adalah orang-orang yang lalai dan terlena.

وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِنَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ ۖ لَهُمْ قُلُوبٌ لَا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آذَانٌ لَا يَسْمَعُونَ بِهَا ۚ أُولَٰئِكَ كَالْأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ ۚ أُولَٰئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ [٧:١٧٩]
“Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.”

Do’a yang sering diucapkan Abu Bakar Ash-Shidiq ra adalah : “Ya Allah jangan biarkan kami dalam kesengsaraan, jangan siksa kami secara tiba-tiba, dan jangan jadikan kami termasuk orang-orang yang lupa.”

Umar bin Khattab ra. selalu berdo’a kepada Allah agar diberi barokah dalam waktu-waktu yang dilalui dan diberi kebaikan dalam saat-saat yang dilewati.

Gambaran tentang pentingnya waktu adalah sabda Rasulullah SAW : “Tiada suatu hari pun yang fajar terbit padanya, kecuali berseru: ‘ Wahai manusia, saya adalah makhluk baru yang akan menjadi saksi atas amalmu. Karena itu, berbekallah dariku, sebab aku tidak akan kembali lagi kepadamu sampai hari kiamat.”

Dengan demikian tiada sesuatu di dunia ini yang lebih berharga dari waktu. Sedang waktu memiliki barokah dan manfaat berbeda-beda; ada satu waktu lebih bernilai disisi Allah daripada waktu-waktu lainnya.

Allah berfirman :

فَسُبْحَانَ اللَّهِ حِينَ تُمْسُونَ وَحِينَ تُصْبِحُونَ [٣٠:١٧]
Maka bertasbihlah kepada Allah di waktu kamu berada di petang hari dan waktu kamu berada di waktu subuh,(Ar-Ruum: 17)
وَلَهُ الْحَمْدُ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَعَشِيًّا وَحِينَ تُظْهِرُونَ [٣٠:١٨]

dan bagi-Nya-lah segala puji di langit dan di bumi dan di waktu kamu berada pada petang hari dan di waktu kamu berada di waktu Zuhur.(Ar-Ruum: 18)

وَاذْكُرْ رَبَّكَ فِي نَفْسِكَ تَضَرُّعًا وَخِيفَةً وَدُونَ الْجَهْرِ مِنَ الْقَوْلِ بِالْغُدُوِّ وَالْآصَالِ وَلَا تَكُنْ مِنَ الْغَافِلِينَ [٧:٢٠٥]
Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai. (Al-A’raf: 205)

وَالْفَجْرِ [٨٩:١] ﴾
وَلَيَالٍ عَشْرٍ [٨٩:٢]
“Demi fajar, dan malam yang sepuluh,(sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan,pent.). (Al-Fajr: 1,2)

لِيَشْهَدُوا مَنَافِعَ لَهُمْ وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ عَلَىٰ مَا رَزَقَهُمْ مِنْ بَهِيمَةِ الْأَنْعَامِ ۖ فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْبَائِسَ الْفَقِيرَ [٢٢:٢٨]
Supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan atas rezeki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak. Maka makanlah sebahagian daripadanya dan (sebahagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara dan fakir(tanggal 10,11,12, dan 13 dari bulan Dzulhijjah, pen).(Al-Hajj: 28)

Rasulullah telah mengajarkan kepada kita tentang nilai waktu dan cara memanfaatkannya dalam berbagai hadist, yang kesemuanya mengisyaratkan bahwa seseorang selalu berada dalam dua kewaspadaan: Masa lalu yang tidak diketahui apa yang dilakukan oleh Allah terhadapnya dan masa depan yang tersisa, dimana ia tidak mengerti apa yang ditakdirkan oleh Allah padanya.

Seharunya seorang hamba melakukan hal-hal yang bermanfaat untuk dirinya, menggunakan dunianya untuk kebahagiaan akhirat, memanfaatkan masa muda sebelum masa tua, dan mengoptimalkan kehidupan sebelum kematian.

Saudaraku, jadikan dirimu termasuk orang yang melakukan dzikir dalam waktu yang barokah yang telah ditetapkan Allah, bukan termasuk orang yang lalai. Jadilah orang yang beramal, bukan orang yang malas. Manfaatkanlah waktu dengan sebaik-baiknya, sebab waktu itu seperti pedang dan jangan menunda-nunda amal baik, sebab tiada yang lebih berbahaya selain sikap itu.

Tegaslah kamu seperti waktu, sungguh celaka ‘sikap menunda” Tinggalkan ” Andaikan-andaikan” sebab ia penyakit paling berbayaha.

Semoga bermanfaat.

NB : Sumber dari “Mutiara Nasehat Hasan Al-Banna”

Sumber : alhaudh.co.cc

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: